Selamat 6 Agustus

                         Selamat Ulang Tahun!



                         Mungkin kamu yang sekarang sudah berbeda. Mungkin kamu bukan lagi laki-laki dingin yang duduk di bangku paling belakang. Aku juga ragu bahwa kamu masih orang yang sama, lelaki penyuka fotografi yang pernah bercanda akan menggendongku. Pasti kamu sudah bertemu banyak orang. Sudah menjadi seorang yang sibuk berbincang dengan orang-orang hebat lainnya. Kamu pasti telah lupa untuk mengingat. Untuk aku, aku selalu mengingatnya.

                         3 tahun sudah, kita bertemu lalu berpisah kemudian saling melupakan. Dulu, kamu masih laki-laki dengan rambut ikal yang benci matematika. Dan aku hanyalah perempuan konyol yang tidak pandai dalam hal apapun dan selalu membuat masalah. Kita bertikai dengan waktu, bertambah dewasa dalam jalan yang kita pilih.

                         Ceritakan padaku, apa saja yang kau alami setahun kemari? Kebahagian yang berlipat-lipatkah? Atau apa? Aku sungguh ingin mengetahuinya.

                         Aku sudah lama tidak melihatmu, hingga aku tak lagi ingat bentuk matamu yang tertutup kacamata. Aku tak bisa melupakan tawa canggungmu saaat menanggapi candaanku. Tidak lucu ya? Tapi kamu berusaha untuk tidak menyakitiku :) Terimakasih. Kita dulu masih sangat tidak siap un tuk berbicara tentang cinta. Masih sibuk menata perasaan masing-masing. Perasaan kita yang terluka oleh orang yang berbeda.

                        Tidak banyak yang bisa kukenang tentangmu, kita tidak dekat, dan aku hanya bisa menatapmu dari belakang. Selalu seperti itu. Ingat tidak aku pernah bilang kamu itu seperti mimpi? seperti mimpi yang sulit diputar kembali.Padahal aku ingin terus memainkannya dan hidup dalam  mimpi itu.

                        Kamu semakin tua ya? Sudah sembilan belas tahun rupanya, kamu setahun lebih tua dariku. Apa yang dapat kuberikan? Mungkin do'a agar cita-citamu dapat tercapai. Kamu bilang kamu mau jadi ...... Aku tidak tahu, karena kamu memang tidak pernah menceritakannya padaku kan?

                        Dulu, aku pernah berpikir untuk memperjuangkanmu lalu kembali menyerah karena kedinginanmu.

                        Aku masih ingat betul, saat kamu memotretku dan membuatku kebingungan, saat pertama kali duduk disampingku, karena tidak ada kursi yang tersisa, saat kita dua kali bertatapan selama sedetik lewat pantulan kaca mobil, juga janji es krim yang sampai sekarang belum kamu tepati. Hanya sedikit memang, tapi selalu kuingat. Karena kenangan tentangmu memang tidak banyak. Menurutku semuanya terlalu disebabkan oleh kebetulan. Kebetulan sekelas selama dua tahun. Kebetulan absen kita yang berturut-turut. Kebetulan bertemu minggu pagi di Ijen. Kebetulan membolos di hari yang sama. Kebetulan memiliki kucing yang mirip. Punyamu kamu namai Puyol kan, jelek sekali.

                        Menurutku jarak kita memang selalu sejauh ini. Aku duduk di bangku depan, kamu di belakang sehingga menyusahkanku untuk menatapmu diam-diam, kamu menyetir aku duduk di belakang dengan arah yang berlawanan. Begitu juga aku dan kamu.

Selalu berjarak.

                        Perasaanku memang tak lagi sama, tapi ada satu hal yang tak kulupakan. Rasa sesak yang selalu hadir tiap ada disampingmu. Membuatku malu, canggung, dan bingung. Rasa itu. Hal yang tidak kutemukan pada pria manapun. Di balik ingatan yang ada, menyakitkan memang jika aku selalu mengingat banyak hal yang tak pernah sepenuhnya kamu ingat.

Ruang tamunya

kecil
Kursinya juga tidak akan cukup untuk kita berlima
Habibi, Fifi, Lina, Aku
Kamu yang terakhir duduk
Kamu kebingungan mencari tempat
Akhirnya kamu duduk
Tepat disampingku
Deg!
Sesak
Tapi juga hangat
Mungkin karena diluar hujan
Kamu duduk dekat sekali
Seumur hidupku tak pernah sedekat ini
Aku salah tingkah
Tapi kamu bisa saj
Kamu mulai bersikap bodoh
Membuat aku dan yang lain terbahak
AKu berhenti tertawa
Lalu mencuri pandang kearahmu
Yang sibuk menyembunyikan kue-kue kecil di kantungmu
Aku mau waktu berhenti

Agar selamanya disampingmu
Merasakan keberadaanmu
Melihat kebodohanmu
Dan tertawa karenamu

                           Hari ini entah kenapa aku mengingat kejadian bocoh Desember lalu, kejadian yang mungkin kamu tidak ingat.

Saat kamu duduk di sampingku.

0 komentar:

Posting Komentar

Pages

Páginas vistas en total

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

About Me

Followers