Tempat duduk yang kosong
GRADUATION
Big day!
Graduation.
Satu hal yang kubenci dari tradisi di
tempat ini. Adalah kewajiban kami untuk memakai kebaya berpayet yang gatal,
lengkap dengan sanggul dan sasakannya yg tinggi. Juga hi heels 10cm yang terasa
begitu menyiksa.
Aku masih belum berani meninggalkan
cermin, dan membiarkan publik melihat diriku yang begitu mengerikan. Mataku
berkaca-kaca aku ingin menangis.
Sesampainya di Hotel tempat
'mereka' mengadakan acara sial ini. Aku tidak berhenti me- nutupi wajahku dengan
tas. Aku heran dengan teman-temanku yang begitu percaya diri dengan dandanan
mereka. Mereka bahkan berfoto dengan berbagai pose. Aku? Hanya terus berjalan
lurus memasukki hotel dan berharap semuanya akan berakhir dengan cepat.
Ternyata aku sudah terlambat,
tempat ini sudah dipenuhi berbagai macam manusia dengan berbagai riasan.
“Apa
aku melewatkan hal yang penting?”
“Tenang
saja, belum kok, cepatlah temukan tempat dudukmu”
fifi mengomeliku
“Tidak
bisakah aku duduk disini?”
“Kau ini, tempat duduk ini disusun
berdasarkan absen. Kau duduk disana” kata fifi sambil menunjuk ke dua
baris didepan tempat yang kududuki saat ini.
“Dimana?”
Aku masih tidak jelas dengan penjelasannya
“Itu,
disamping Raka”
Deg.
Matilah aku, aku tidak ingin dia
melihatku dengan keadaan sejelek ini, ayolah. Bagaimana ini?
Setelah meronta sedikit, fifi
membiarkanku untuk duduk disampingnya, tapi hanya sampai teman disampingnya
datang. Tidak apalah, memperpendek waktu canggungku saat bersamanya.
Karena teman duduk fifi ternyata
tidak bisa datang, aku dapat tenang sedikit. Acara pun berjalan dengan lancar.
Aku bahkan sempat berfoto dengan Raka, maksudku dengan teman sekelas
dimana ada Raka. Jarak kami difoto terhalang oleh tiga temanku. Tapi tidak
apa, akhirnya aku punya foto bersamanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pages
Páginas vistas en total
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Tanggal 6 Maret lalu, kucing asal Inggris bernama Wadsworth merayakan ulang tahunnya yang ke-27. Kemungkinan ini akan menjadikan Wadsworth ...
-
Kemarin, dia berbicara tentang mimpi. Apa yang telah kulakukan hingga dia sampai membahasnya? Aku tidak suka pembicaraan seperti ini saat m...
-
Kemarin, aku dan dia duduk berhadapan. Senja. Kopi. Atap. Kata. Serta tatap Mesr...
-
09.57 AM "Masih pagi" Pikirku. Malas. Aku kembali menenggelamkan kepalaku dengan bantal. Aku tidak punya rencana apapun hari i...
-
ANNYEONG REVIEW~~ Pembukaannya tidak lain dan tidak bukan kilasan episode 5 kemarin pas EXO voting mau trip kemana dan pa...
-
Hari ini aku melihat arti dia di matamu Haha, lucu sekali Bahkan saat aku disana kamu benar tidak merubah pandanganmu terhadapnya Lalu a...
-
Sekarang tepat pukul 3.18 pagi dan aku masih menatap layar komputerku. Terjaga. Bahkan malam ini. Lagi dan lagi. Sebenarnya setiap malam...
-
GRADUATION Big day! Graduation. Satu hal yang kubenci dari tradisi di tempat ini. Adalah kewajiban kami ...
-
Kau tidak tau aku Jelas, kita tak pernah bertemu Kesalahanku Aku yang bodoh Yang jatuh cinta hanya karena melihatmu sekilas di kota...
-
Malam sudah cukup larut un tuk kuhabiskan dengan Andreas , dia juga pasti sangat lelah karena pe k...
About Me
- Unknown
0 komentar:
Posting Komentar